Kucing, Anjing dan Evolusi

Sekali-sekali menulis tentang Biologi😀

Dahulu saya tidak setuju dengan teori evolusi. Sederhana saja: Al Quran menyatakan bahwa makhluk hidup itu diciptakan, bukan berkembang dengan sendirinya. Seiring waktu, pendapat berubah. Terutama saat kuliah S1 di ITB—saat beragam jenis pemikiran melintas di kepala saya, memaksa saya untuk meninggalkan beberapa pandangan lama. Saya sekarang sepakat dengan teori evolusi, termasuk sepakat dengan kata-kata teman saya bahwa tanpa teori evolusi maka keberadaan makhluk hidup di dunia ini tak dapat dijelaskan dengan sains, dan itu absurd. Jika Tuhan menciptakan ilmu pengetahuan dan menyuruh manusia untuk mendalami ilmu pengetahuan, maka pastilah segala sesuatu yang diciptakan Tuhan dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Konsistensi adalah sifat ilahiyah.

Bagaimana dengan Al Quran tadi? Pada kenyataannya, Al Quran tidak menyebutkan proses penciptaan makhluk hidup dengan detil. Ada kisah penciptaan Adam dari tanah yang ditiupkan ruh. Disebutkan juga proses penciptaan alam semesta berlangsung dalam 6 masa. Tapi semua itu multitafsir. Apa yang bisa kita katakan tentang 6 masa tersebut? Apakah seperti yang dikatakan penganut agama Israiliyyat (agama yang diturunkan kepada Bani Israil), bahwa Tuhan menciptakan semesta dalam 6 hari lalu di hari ke-7 Ia beristirahat?

Bukan hanya untuk proses penciptaan, hal yang serupa juga terjadi pada teori heliosentris dan geosentris. Jika dipandang sepintas, Al Quran mengatakan bahwa Matahari mengelilingi Bumi (geosentris), sementara sains—bukan hanya pendapat melainkan sebuah fakta—menunjukkan bahwa Bumi dan planet-planet yang mengelilingi Matahari (heliosentris).

Apakah Al Quran salah? Tidak mungkin. Sebagai orang beriman, saya akan mengatakan tidak mungkin. Sains yang salah? Mungkin, tapi bukti-bukti empirik menunjukkan sains juga tidak salah. Lalu apa dong? Bisa jadi tafsiran kita yang salah. Karakteristik Al Quran memang sedemikian: di satu sisi ada hal-hal yang dijelaskan dengan detil (ambil contoh proses perkembangan janin dalam QS 23:14—detil sekali dan scientifically correct!); di sisi lain ada hal-hal yang disampaikan secara samar.

Pembahasan lebih lanjut mengenai Al Quran dalam kaitan dengan topik ini diluar batas kemampuan saya.

Kucing dan Anjing

Kucing dan anjing adalah “sahabat karib” manusia. Anjing bisa menjadi penjaga dan teman berburu. Kucing? Adakah teman yang lebih imut dan lucu daripada seekor kucing? Kucing bahkan mendengarkan curhat dengan baik: ia tidak menceritakan ataupun mengeluhkan curhatan kita kepada orang lain:mrgreen:

Adakah teman yang lebih lucu daripada kucing? Foto koleksi pribadi.

Adakah teman yang lebih lucu daripada kucing? Foto koleksi pribadi.

Kenapa kita sekarang membahas anjing dan kucing? Begini. Saya terkesima dengan apa yang disampaikan Neil deGrasse Tyson dalam serial dokumenter Cosmos: A Spacetime Odyssey episode 2 (Some of the Things Molecules Do). Sebelumnya saya sudah tahu bahwa anjing pertama kalinya menjadi teman manusia modern pada kisaran jaman es terakhir, sekitar 30.000 tahun yang lalu. Tyson dengan baik sekali mengatakan bahwa pertemanan anjing dengan manusia adalah suatu hal yang dapat menunjukkan betapa logisnya teori evolusi.

Intermezzo. Neil de-Grasse Tyson ini bukan Mike Tyson dan saya tak tahu hubungan kekerabatan mereka—hal itu mungkin menarik juga untuk dikaji.

Apa yang dikatakan Tyson? Dahulu ada serigala. Karena manusia puluhan ribu tahun lalu hidup dengan cara berburu, atau tinggal di hutan dan di gua, pastilah sering berinteraksi dengan serigala. Agar serigala itu tak mengganggu, sebagian manusia mencoba membuat trik, misalnya menaruh daging di tempat tertentu sehingga serigala memilih untuk memakan daging tersebut tanpa harus repot bertengkar dengan manusia. Percayalah, hewan juga punya pilihan dan mereka itu pragmatis. Hewan menyeramkan seperti harimau saja, jika tidak karena habitatnya diganggu manusia, tidak akan mereka mengganggu manusia. Kembali ke serigala tadi, dengan perlakuan yang sama secara berulang, akhirnya sebagian serigala menjadi benar-benar pragmatis dan mulai bergantung pada makanan pemberian manusia.

Lama-kelamaan, sudah bisa ditebak, serigalanya jadi jinak. Di jaman modern ini kita tahu, tidak butuh waktu terlalu lama untuk menjinakkan hewan.

Ketika serigala jadi jinak, mereka tak langsung berubah jadi anjing bodoh seperti yang dipelihara manusia sekarang (ups, I’m a dog haters anyway hihi:mrgreen: ). Manusia suka bereksperimen, jadi mungkin saja mereka mengawinkan serigala jinak satu dengan lainnya (misalnya serigala Eropa dengan Asia) sehingga lahir serigala jenis baru. Demikian seterusnya sampai akhirnya keturunan serigala itu tidak lagi berbentuk serigala, dan manusia pun menyebutnya “anjing”.

Sekarang kita dapat dengan jelas membedakan anjing dengan serigala, dan ada banyak sekali spesies anjing yang memiliki fisik dan kelakuan berbeda. Hanya saja, beragam spesies anjing itu tetap memiliki kesamaan genetik dengan serigala. Penekanan berikut diberikan oleh Tyson dalam serial Cosmos: Jika dalam 30.000 tahun bisa hadir banyak spesies anjing, apa yang akan terjadi dalam satu juta, seratus juta, seratus miliar tahun? Bukan lagi perbedaan spesies, kita mungkin saja malah menemukan perbedaan ordo.

Tyson tidak menyebutkan tentang kucing. Tapi sebagai penggemar kucing (dan pembenci anjing), saya melihat bahwa pertemanan manusia dengan kucing juga menjelaskan logika evolusi yang sama. Pertemanan itu belum berlangsung lama. Persahabatan kucing dengan manusia diperkirakan telah berusia 12.000 tahun, ditunjukkan dengan ditemukannya kuburan yang didalamnya terdapat tulang kucing. Sebelum kuburan ini ditemukan, orang-orang bahkan mengatakan bahwa bangsa pertama yang menjadikan kucing sebagai teman adalah bangsa Mesir kuno, 3.500 tahun yang lalu. Jauh lebih singkat dibanding pertemanan manusia dengan anjing yang telah berlangsung 30.000 tahun itu. Tapi lihat, ada begitu banyak macamnya kucing rumahan. Manx, Siamese, Angora, kucing kampung dan sebagainya. Ada yang berkembang secara natural, ada pula yang dikembangkan dengan crossbreeding ataupun mutation. Dalam 12.000 tahun bisa berkembang sedemikian banyak jenis kucing, maka tentu bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dalam 120.000.000 tahun.

Oh ya, saya sekarang mendapat pertanyaan baru. Kucing dan anjing adalah dua hewan yang bermusuhan. Kehidupan mereka di tengah-tengah manusia pada kenyataannya menghasilkan perubahan perilaku. Sekarang tak asing lagi kita temukan anjing dan kucing tidur bareng. Kira-kira apa yang terjadi seribu tahun lagi? Lalu, apakah dahulu kucing liar (Felis silvestris silvestris, nenek moyang kucing domestik), juga bermusuhan dengan serigala atau hewan dari kelompok Canis lainnya? Sejauh ini tampaknya yang cukup jelas adalah kucing besar seperti singa dan leopard bermusuhan dengan hyena yang merupakan kerabat anjing.

Genetika

Kunci dari proses evolusi adalah genetika. Makhluk hidup memiliki gen. Gen dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Mutasi atau perubahan gen bisa terjadi oleh banyak sebab, disadari oleh pemilik gen tersebut atau tidak. Jadi bukan hanya melalui perkawinan, bisa juga melalui makanan, perubahan kondisi alam, persaingan hidup dan sebagainya.

Perkara kucing dan anjing merupakan suatu contoh perubahan genetis yang dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan manusia. Sebagian orang mungkin akan menolak menyamakan perkembangan spesies kucing dan anjing dengan perubahan pada dinosaurus, misalnya, karena ya itu tadi: ada campur tangan manusia. Kalau tidak ada campur tangan manusia, mungkinkah perubahan genetis itu terjadi?

Jawabnya: Bisa. Perubahan genetis secara alamiah terjadi dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan perubahan genetis dengan campur tangan manusia. Seperti itu.

Biodiversitas di Indonesia

Bisakah kita menjelaskan keanekaragaman hayati Indonesia tanpa melibatkan proses evolusi? Jika jawaban yang diharapkan adalah “Allah SWT sudah mengatakan kun fayakun dan serta merta Indonesia ini jadi sangat kaya oleh makhluk hidup”, diskusi selesai. Tapi apakah jawaban seperti itu memuaskan? Padahal salah satu pencerahan yang diberikan Islam kepada umat manusia adalah ilmu.

Pemisahan Nusantara oleh Wallacea

Pemisahan Nusantara oleh Wallacea

Di Indonesia ini terdapat 3 kelompok makhluk hidup daratan seperti yang dikemukakan oleh Alfred Russel Wallace. Ketiga kelompok itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dengan signifikansi pada makhluk hidup di Indonesia bagian tengah. Spesies makhluk hidup di Indonesia tengah lebih endemik, karena isolasi geografis yang berlangsung ratusan juta tahun. Isolasi itu mempengaruhi perkembangan genetis, sehingga makhluk hidup di sana berkembang secara unik. Makanya, komodo (salah satu hewan khas Indonesia tengah) pada dasarnya adalah kadal, namun sangat berbeda dengan kadal lain di dunia. Isolasi yang sangat lama mengarahkan perkembangan genetis komodo menjadi suatu spesies kadal tersendiri.

Kalau laut jangan ditanya: Indonesia adalah marine biological center. Keanekaragaman hayati laut Indonesia tak ada saingannya di dunia ini. Kenapa? Karena laut Indonesia menyediakan beragam ekosistem. Tak ada laut lain di dunia ini yang terdapat laut dalam, bersebelahan dengan laut dangkal lalu gunung laut lalu zona subduksi lalu ada pertemuan arus dua samudra besar sekaligus. Setiap ekosistem yang banyak itu akan diisi oleh makhluk hidup yang cocok dengan ekosistem tersebut. Karena laut lebih terbuka, perkembangan genetis terjadi dengan cara yang berbeda. Berkembangnya spesies makhluk hidup berlangsung dalam jumlah yang banyak, berkebalikan dengan isolasi di daratan Indonesia tengah tadi. Satu jenis ikan tuna saja, misalnya, bisa memiliki berbagai anggota keluarga dengan cirinya yang berbeda-beda. Bayangkan betapa beragamnya biota laut Indonesia.

Penutup

Saya tidak mengatakan bahwa teori evolusi sepenuhnya benar. Faktanya, seperti halnya teori bigbang (asal usul alam semesta) ataupun teori tektonik lempeng, teori evolusi terus mengalami perkembangan, perubahan dan pokoknya dinamis, sebagaimana sifat alamiah ilmu pengetahuan. Namun satu garis besarnya dapat disepakati: alam semesta dengan segala isinya ini terbentuk melalui proses panjang. Ia diciptakan sedemikian sehingga mematuhi hukum-hukum alam, yang oleh manusia dikaji dalam ilmu-ilmu dasar yaitu Fisika, Biologi dan Kimia serta sebagian dijelaskan dalam bahasa universal yakni Matematika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s