Passion (Bukan Fashion)

Pekan lalu, di sela-sela mengisi sesi konsul bersama 1 siswa 3 siswi NF Kramat Jaya – Jakarta Utara, salah seorang siswa bertanya pada saya. “Kak, apa motivasi kakak jadi pengajar Fisika?” itu pertanyaannya. Siswa yang bertanya adalah anak SMA 13, kelas XI, tampaknya cukup berminat terhadap Fisika. Tiga siswi yang juga cukup rajin minta konsul Fisika tampaknya tertarik pula dengan pertanyaan itu.

Saya hanya menjawab dengan gumaman agak panjang, lalu bercerita tentang minat dan pola belajar saya saat SMA, dan pengalaman saya saat kuliah di ITB. Kurang nyambung, hanya sedikit menjelaskan kenapa saya mendalami bidang Fisika. Yah, pertanyaan siswa tersebut memang tak saya miliki jawabannya.

Saya menyukai Fisika, dan sains pada umumnya. Biologi juga eh tapi itumah hehe. Tapi saya sempat tak ingin jadi guru, apalagi pengajar bimbel. Melamar pekerjaan di bimbel NF sebenarnya bukan berasal dari keinginan, lebih karena saya agak frustasi saja memasukkan CV sana sini jarang yang tembus. Sampai sekarang sebenarnya masih ada ketidak-inginan itu, walau ada sedikit pergeseran pemikiran karena “tercerahkan” oleh beberapa orang pengajar senior NF, dan terhanyut juga akhirnya dalam aktivitas mengajar.

Mengajar itu menyenangkan. Upgrade pengetahuan dan kapasitas diri. Diskusi-diskusi asyik dengan pengajar lain. Memuaskan rasa ingin tahu siswa. Melihat wajah-wajah cerah dan mendengar ucapan terima kasih siswa setelah selesai konsul. Dibelikan makanan oleh orang tua siswa (siswanya juga pernah membelikan, hanya saja saya tolak—awalnya, tapi karena sudah dibeli ya sudah). Ketemu di jalan, disapa dengan unyu dan rame, “Hai kakaaaak!” lalu disalamin dengan salam-cium-tangan yang bikin salting—bayangin aja disalamin kayak gitu oleh serombongan ABG putih abu-abu di halte bus. Juga dirayu-rayu agar jangan cepat-cepat pulang agar siswanya bisa konsul.

Tapi itu semua hanyalah “efek samping” saja. Itu bukan sumber motivasi. Mengajar karena digoda siswi cantik, oh my, apa kata dunia?

Jadi apa motivasi saya mengajar? Untuk bidang Fisika pula, mata pelajaran yang paling menjadi momok bagi anak sekolah. Apa? Karena Fisika itu menyenangkan? Nope, saya cinta Fisika dan senang belajar Fisika, tapi kan tak harus jadi guru untuk menerapkan cinta itu.

Apa motivasinya?

Itulah kenapa tadi saya katakan bahwa saya masih tak ingin jadi guru. Passion untuk itu masih tak jelas.

Memang pernah saya mengeluhkan kesalahan dalam pemahaman sains masyarakat—terutama anak sekolah dan kalangan terdidik lainnya. Memang pernah saya trenyuh mendengar keluhan siswa tentang gurunya yang katanya tak bisa mengajar dengan baik. Tapi betulkah saya benar-benar punya niat untuk memperbaiki hal tersebut?

Kenyataannya tidak. Saya menyadari ketidak-hebatan saya, maka saya tak mungkin menjadi guru ideal bagi siswa-siswi itu. Maka tak mungkin saya akan dengan efektif memperbaiki kekeliruan pemahaman sains itu. Tugas-tugas besar itu untuk orang-orang hebat saja, saya ini cuma kaleng-kalengnya dan hanya akan memanfaatkan kesempatan-kesempatan kecil untuk sedikit menerapkan “idealisme”.

Dan yang jelas, saya butuh uang dan butuh pekerjaan.

Apa saya harus bertekad untuk menumbuhkan passion itu sekarang? Entah. Yang pasti, jika suatu saat saya memutuskan untuk pergi dari dunia belajar-mengajar, saya berharap tak dihantui rasa sesal.

Catatan: Konsul atau konsultasi merupakan salah satu metode belajar buat siswa NF. Pelaksanaannya di luar kelas, dan atas permintaan siswa. Umumnya siswa yang minta konsul itu minta ditunjukkan cara mengerjakan soal-soal, minta bantuan mengerjakan PR, atau minta dijelaskan lebih lanjut tentang beberapa topik yang kurang dipahami.

One thought on “Passion (Bukan Fashion)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s