Tiga Puisi

Lembut Pagi, Gerimis Senja

Lembut pagi pernah antarkanku
pada senyum merah muda
Gerimis senja pernah kenalkanku
pada lambaian—diiringi ucapan “sampai jumpa”
Hanya satu yang belum kutemu
Cericit beburung yang kuharap membawa pertanda bahagia

Jakarta, 23 Desember 2012

Debu Bintang

Ruang di antara gemintang itu tidaklah hampa
Sejuta partikel mengisinya, dengan kerenggangan yang melebihi kerenggangan atmosfer
Hingga kelak sejuta partikel itu menyatu
Lalu mampat dan berotasi,
akhirnya bersinar,
dan menjadi bintang-bintang baru

Di hatimu

Bandung, 28 Desember 2012
di bawah sinar rembulan nan tersaput kabut

Secangkir Kopi

Pagi ini secangkir kopi menertawakanku ketika
kubertanya padanya perihal apa yang biasa dilakukan satu
bidadari
di pagi hari.

Terlalu

Kuhabisi saja dia

Jakarta, 2 Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s