Gerhana Matahari 22 Juli 2009

Pada bulan Januari 2009 lalu, sebagian penduduk Bumi disuguhi fenomena astronomi menarik bernama Gerhana Matahari Cincin. Pada tanggal 22 Juli 2009, fenomena sejenis akan terjadi, yakni Gerhana Matahari Total (GMT).

Gerhana ini termasuk ke dalam seri Saros 136. Siklus Saros adalah siklus gerhana yang akan berulang setiap 6585,5 hari, atau kira-kira 18 tahun 11 bulan, dan angka 136 merupakan nomor seri untuk mengklasifikasi gerhana yang identik. Dengan demikian, gerhana dengan karakteristik yang mirip dengan yang akan terjadi 22 Juli nanti akan berulang tahun 2028. Perbedaannya hanyalah lokasi terlihatnya gerhana.

Animasi gerhana matahari 22 Juli 2009. Titik hitam adalah lintasan bayangan umbra, dan lingkaran kelabu adalah bayangan penumbra. Sumber: Wikipedia/NASA Eclipse

Animasi gerhana matahari 22 Juli 2009. Titik hitam adalah lintasan bayangan umbra, dan lingkaran kelabu adalah bayangan penumbra. Sumber: Wikipedia/NASA Eclipse

Pada gerhana matahari 22 Juli 2009, bayangan umbra bulan akan melintasi kawasan di India, Bhutan, China, selatan Jepang dan berakhir di Kepulauan Marshall. Sisanya seperti Siberia, Korea, dan Asia Tenggara hanya terkena bayangan penumbra bulan, dan hanya dapat mengamati gerhana matahari sebagian. Gerhana tidak bisa diamati di Timur Tengah, Eropa, Australia, Amerika dan Afrika (lihat gambar)

Kenapa Terjadi Gerhana Matahari

Yang dimaksud dengan gerhana Matahari adalah bila cahaya Matahari terhalang oleh Bulan. Hal ini bisa terjadi karena Bulan mengelilingi bumi, sehingga pada waktu-waktu tertentu akan terbentuk susunan Bumi – Bulan – Matahari.

Ilustrasi terjadinya gerhana. A: gerhana matahari total; B: Gerhana matahari cincin dan C: Gerhana matahari sebagian.

Ilustrasi terjadinya gerhana. A: gerhana matahari total; B: Gerhana matahari cincin dan C: Gerhana matahari sebagian. Sumber: Wikipedia

Gerhana matahari ada bermacam-macam, seperti gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian dan gerhana matahari cincin. Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi saat seluruh piringan matahari tampak tertutup oleh seluruh piringan bulan. Pada Gerhana Matahari Cincin (GMC), piringan bulan hanya menutupi bagian tengah piringan matahari, sedangkan pinggirannya tetap terlihat sehingga menyerupai cincin. Gerhana Matahari Sebagian terjadi jika bumi berada di dalam bayangan penumbra bulan.

Terjadinya GMT dan GMC tergantung pada jarak antara bumi – bulan. Jika gerhana terjadi pada saat jarak bumi-bulan cukup dekat, maka akan terjadi Gerhana Matahari Total. Jika jarak bumi-bulan cukup jauh, titik fokus bayangan umbra bulan tidak mencapai bumi dan terjadilah Gerhana Matahari Cincin. Gerhana Matahari Sebagian bisa terlihat saat terjadinya GMT atau GMC, namun di daerah yang hanya terkena bayangan penumbra bulan saja.

Mengamati Gerhana 22 Juli 2009 di Indonesia

Penduduk yang berada di pulau-pulau di selatan Indonesia, misalnya Jawa, Bali, dan Timor, tidak dapat mengamati gerhana matahari ini sama sekali. Warga NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua yang lebih beruntung bisa mengamati fenomena GMS, namun tetap tidak bisa mengamati GMT.

Kontak awal piringan bulan – matahari akan terjadi pada pukul 07.51 WIB. Gerhana akan berakhir pada pukul 11.19. Khusus untuk Indonesia, durasi gerhana akan lebih singkat karena berada cukup jauh dari lintasan Gerhana Matahari Total. Selain itu yang akan terlihat di Indonesia hanyalah berupa Gerhana Matahari Sebagian, maka tidak akan terlihat tanda-tanda kentara bahwa sedang terjadi gerhana. Langit tidak akan terlihat gelap.

Perlu diingat bahwa posisi Indonesia saat gerhana berada di pinggiran bayangan penumbra bulan. Dengan demikian, pada saat gerhana, bulan hanya menutupi sebagian kecil piringan matahari. Di Banda Aceh, ketertutupan matahari diperkirakan mencapai 29%, dan di Sumatera Barat ketertutupannya lebih kecil lagi. Jelas sangat berbahaya untuk mengamati gerhana seperti ini dengan mata telanjang, karena cahaya matahari yang sangat kuat dapat merusak organ penglihatan manusia.

Cara terbaik untuk mengamati GMS ini (jika tanpa teleskop/binokuler) adalah menggunakan pelindung berupa beberapa lapis film foto atau beberapa lapis cakram hitam yang terdapat di bagian dalam disket. Makin banyak lapisan makin bagus, tapi tentunya jangan terlalu banyak: nanti malah tak bisa terlihat. Dan jangan melihat matahari hanya menggunakan kacamata hitam atau melihat ke air, sebab masih tetap berbahaya.

Jika mengamati gerhana menggunakan teleskop atau binokuler, jangan pernah melupakan filter matahari :nono: . Mengamati matahari tanpa filter dapat menyebabkan kebutaan permanen. Biasanya, teleskop kelas menengah keatas menyertakan filter matahari dalam paket pembeliannya. Teleskop kelas low-end (rata-rata harga dibawah Rp 20 juta) kadang-kadang juga menyertakan filter, namun kualitasnya tidak bagus, jadi sangat dianjurkan untuk membeli filter matahari yang lebih bagus. Mengenai filter matahari, silakan baca tulisan rekan saya di sini😎 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s