Jerusalem

Beberapa waktu lalu saya akhirnya nonton Kingdom of Heaven, film yang pernah cukup fenomenal. Ya, saya baru nonton, padahal udah lama nih film beredar …

Satu hal yang cukup menarik perhatian saya di film itu: ketika Balian de Ibelin (dibintangi Orlando Bloom) bertanya pada Shalahaddin (dibintangi Ghassan Massoud) “What is Jerusalem’s worth?” Shalahaddin menjawab dua kali, “Nothing” dan “Everything”. Terlepas dari apakah hal itu benar terjadi atau tidak, saya pikir jawabannya tepat.

Apa nilai Jerusalem sehingga berjuta orang pernah mati karenanya sejak 5000 tahun lalu? Dia hanya sebuah kota tua … Tapi kota itu juga merupakan tempat suci bagi 3 agama besar dunia. Ini yang membuat Jerusalem benar-benar menjadi everything.

Dan mereka yang berkuasa atas kota itu juga menjadi penguasa besar dunia (sebenarnya tak semuanya). Babylonia, Romawi, Persia dan dinasti-dinasti imperium Muslim contohnya. Benar-benar kota yang hebat …

Sebagai muslim, saya pun menginginkan kembalinya penguasaan sepenuhnya umat Islam atas Jerusalem. Cerita tentang Umar bin Khattab ketika memasuki Jerusalem, dan ketika Shalahaddin berhasil menguasai (kembali) kota itu, terasa indah. Dua pahlawan Islam itu tidak menodai kota suci dengan kejahatan atas umat lain, jauh berbeda dengan yang dilakukan Babylonia (yang mengusir bangsa Israel), Persia dan Romawi (yang menindas bangsa Israel), serta pasukan Salib Eropa (yang membantai umat Muslim). Shalahaddin hanya membunuh disaat perang, dan belakangan memotong kepala Reynald de Chatillon. Tapi orang ini memang penjahat perang yang pantas mati. Guy de Lusignan, penguasa Jerusalem nasrani, malah akhirnya terbunuh di tangan Balian.

Saya meyakini itu juga yang akan terjadi jika umat Islam berkuasa lagi disana. Akan jauh berbeda dibandingkan seperti sekarang, ketika kota itu dikuasa Israel. Saat ini, Israel acap mengganggu ibadah umat Islam dan Nasrani di Jerusalem. Tidak hanya itu, yah … lihat sendiri lah bagaimana Gaza dihajar sekarang ini …




Kata seorang ustadz saat shalat Jum’at, “Kencing saja seluruh umat Islam ini di Tel Aviv, mati tenggelam semua orang Israel itu …” Hmmm… menyatukan “seluruh” itu susah, ustadz …


Teriring do’a untuk warga Gaza …

12 thoughts on “Jerusalem

  1. Komentar ini berasal dari seseorang yang tidak berbuat banyak (atau belum bisa berbuat banyak) dalam hal membantu saudaranya diakibatkan beberapa kekurangan. Kemudian komentar ini berfokus pada saudara kita di Palestina bukan ke diri kita sebagai saudaranya yang seharusnya membantu mereka.

    Kalau saya juga ingat khutbah jum’at yang tadi saya dengarkan. Pertama membahas puasa Asyura’di bulan Muharram (alasannya harus sesuai sunnah) dan bulan Muharram adalah salah satu bulan haram dalam agama Islam (ada larangan berperang). Musibah yang paling dekat (penyerangan oleh Israel) dilakukan pada bulan Muharram tahun 1430 H dan sang khotib mengingatkan bahwa bantuan Allah terhadap Umat muslim di Palestina pasti datang. Beliau mengingatkan bahwa dulu pada hari Asyura’ Bani israil diselamatkan dari musuhnya dan Allah pasti tidak akan meninggalkan hambanya yang lebih baik daripada bani Israil itu.
    Bantuannya bentuknya apa? bisa dari saudaranya (makanan, obat-obatan, perlindungan) kalau bantuan supaya bersatu memerangi Israel saya belum tahu kapan akan terjadi tetapi kata beberapa teman saya sudah semakin dekat ke arah itu.

    Like

  2. Insya Allah, Mas Dading.
    Tentunya kita tak boleh lupakan kekuatan do’a. Allah akan mendengar doa dari milyaran umatnya ini. Do’a adalah salah satu bantuan dari kita untuk mereka …

    Hancurkanlah Israel, ya Allah …

    Like

  3. Sedih ya…. Walaupun banyak yang menentang invasi Israel ini, pihak-pihak yang punya kuasa justru lamban bersikap dan bersikap terlalu diplomatis.

    Jika mendengar berita, argumen Israel bahwa mereka cuma hendak memusnahkan Hamas dan afiliasinya, maka secara jernih terbaca bahwa itu artinya memusnahkan bangsa Palestina. Bukankah afiliasi Hamas adalah muslim Palestina itu, langsung maupun tidak langsung. Dan sebeanarnya bukankah semua muslim bersaudara (berafiliasi)? Maka pada dasarnya Israel memerangi Muslim. Saya heran, apakah sedemikian naifnya sehingga para cendikia muslim yang berkuasa merasa itu hanyalah perang antara dua bangsa semata? Atau telah kebaskah hati mereka?

    Tampaknya harapan kita memang ada di kekuatan doa.
    Semoga Allah mendengar doa-doa kita untuk kebaikan para muslim di Palestina. Dan yang paling penting menurut saya adalah doa agar muslim di Palestina tetap teguh dalam berislam serta bersabar dengan cara yang baik agar pertolongan Allah segera datang.

    Like

  4. um.. yg bikin sedih yaitu larangan untuk berjihad ke Palestina oleh pemerintah Indonesia (terkait dengan respon kaum muslim di Indeonesia dengan dibukanya posko-posko jihad), kalau memaksakan diri maka tidak lagi menjadi Warga Negara Indonesia, whew.
    dan tambah menyedihkan lagi ketika pihak Palestina tidak bertanggung jawab jika ada warga negara lain yg memaksakan diri untuk berjihad.

    ada apa ini?

    ternyata nasionalisme nyata-nyata telah mengkotak-kotakkan kaum muslim. semoga hancur nasionalisme

    Like

  5. mau sampai kapan kita berdiplomasi?
    terbukti diplomasi (berbagai perjanjian misal: Balfour, Oslo dll) yang sebelum-sebelumnya pun kembali melahirkan berbagai pembantaian atas kaum muslim. ingat: surat alBaqarah 120: orang yahudi dan nasrani tidak akan tinggal diam sampai kaum muslim mengikuti millah mereka. dalam bahasa arab ‘tidak akan tinggal diamnya’ itu bermakna tidak akan tinggal diam sampai akhir zaman.

    hanya dengan berjihad dan tegaknya khilafahlah yang akan melindungi Palestina dan juga kaum muslim di berbagai belahan dunia lainnya, hanya Khilafahlah yang akan membuat kaum kafir gentar.

    Like

  6. Rasulullah saw bersabda:
    “Akan tiba suatu masa di mana umat ini dipermainkan oleh umat-umat lain, seperti makanan di atas meja”. Seseorang lalu bertanya, “Apakah jumlah kami saat itu sangat kecil?” Ia (Rasulullah) menjawab, “Tidak, jumlah kalian sangat banyak saat itu. Namun kalian akan tercerai-berai dan terbagi-bagi bagai makanan diperebutkan di atas meja, dan Allah telah mengambil ketakutan pada kalian dari hati musuh-musuh kalian dan menempatkan wahn di hati kalian.” Seseorang lalu bertanya, “Apa itu wahn?” Rasulullah saw menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” [Abu Dawud]

    Rasulullah saw bersabda:

    “Masa kenabian akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian akan ada (masa) Khilafah Rasyid (yang mendapat petunjuk) yang berjalan selaras dengan kenabian. Khilafah itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masanya) banyak pemimpin, dan itu akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Setelah itu akan ada (masa) pemerintahan tirani, dan akan tetap ada di tengah-tengah kalian selama Allah menghendaki, kemudian Allah akan mengambilnya dari tengah-tengah kalian. Kemudian, akan muncullah (masa) Khilafah Rasyid (kembali) yang berjalan selaras dengan kenabian.” Kemudian beliau (Rasulullah) terdiam.” (Musnad Imam Ahmad

    Like

  7. Ya itu yang saya maksud, di dunia yang serba korup diplomasi jadi tampak lebih baik. Tampak lebih baik padahal tidak. Bukankah pemimpin Arab yang doyan diplomasi dalam penyelesaian masalah Palestina itu korup semua?

    Sejak kecil (SD) saya sudah kenal Hamas dan sampai sekarang saya berpendapat bahwa Hamas adalah pejuang kebenaran.

    Mengeni khilafah, saya punya pendapat lain. Tapi jangan lagi lah ngomongin masalah itu, saya khawatir malah jadi debat sesama muslim lagi. Saya pikir kita semua sepakat bahwa Israel adalah musuh bersama umat Islam, dan bahwa warga Palestina membutuhkan bantuan umat Islam lainnya, walau hanya sebatas do’a.

    Like

  8. memang seminimal mungkin kita bisa berdoa untuk palestina, tp uni merasa lemah bana iman hanya sanggup berdoa…

    Like

  9. kenapa nggak mau ngomongin khilafah? pendapatnya seperti apa gitu? pingin tau pingin tau. :mode penasaran on:

    ya tidak apa2 mas kalau debatnya mencari kebenaran, justru harus itu..

    Like

  10. @Azfa:
    Saya sudah pernah mengatakan di beberapa post bahwa saya tak menolak khilafah. Ide-ide Ikhwanul Muslimin dan PKS yang saya pahami juga tidak menolaknya. Jadi, perbedaan mendasar saya dan anda hanya pada masalah teknis: bagaimana cara mendirikan khilafah.

    Karena itulah saya menolak membicarakannya. Untuk apa memperdebatkan hal yang bagi kita sama-sama jadi “tujuan jangka panjang”?

    Like

  11. hm.. memang seperti apa menurut Uda Edwards menegakan khilafah itu?

    justru dengan menyamakan pikiran kan katakanlah lebih mudah menggapai tujuan jangka panjang tersebut, karena umat lebih kuat persatuannya.
    bagaimana?

    atau bisa dibikin lebih lengkap paparan uda di satu artikel mengenai masalah; bagaimana cara mendirikan khilafah.

    terima kasih, karya anda akan selalu saya nantikan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s