Sapi Korban

Hari raya Idul Adha baru saja berlalu. Dan ini satu potret kesadisan pengorbanan yang terjadi:

dsc00002

Mari kita do’akan, semoga qurban ini diberkahi Allah SWT seperti halnya qurban Habil putra nabi Adam AS. Dan semoga cita-cita sejati Qurban—yakni kepedulian sosial umat Islam—semakin meningkat.

Omong-omong soal qurban dan kepedulian sosial.

Ada satu yang menarik (atau sebenarnya biasa saja?) di salah satu berita keluaran stasiun TV lokal kota Padang. Dalam berita itu ditampilkan satu pelaksanaan qurban di kantor salah satu partai calon peserta pemilu 2009. Nah, pada saat penyemblihan ditambahkan satu ‘ritual’, yakni salah satu pejabat partai bersangkutan ikut memegang golok yang digunakan sang algojo. Gunanya? Tentu saja untuk simbolis.

Soal kepedulian sosialnya, okelah. Allah yang berhak menilai keikhlasan, jadi saya tak akan membahas itu. Namun ada satu hal yang keliru disini. Akibat sang pejabat partai ikutan megang golok, jadinya kan penyemblihan dilakukan 2-in-1 tuh. Tukang sembelih 2 (algojo + orang partai), sedangkan goloknya satu. Akibatnya, gesekan golok dengan leher sapi yang dipotong menjadi jauh lebih lama. Penyembelihan berlangsung lambat. Saya hitung, dalam 3 sayatan golok itu baru mengiris kulit leher sapi, sama sekali belum menyentuh saluran nafas dan makanan (tenggorokan) sapi itu.

Padahal, adab penyembelihan hewan dalam Islam salah satunya adalah algojo harus menghindari si hewan terlalu lama merasakan sakit. Jadi, gesekan golok dengan leher hewan haruslah sesingkat mungkin, dan harus langsung memutus aliran nafas dan darah yang menghubungkan tubuh dengan kepala hewan yang disembelih. Golok juga harus sangat tajam.

Foto yang saya tampilkan diatas itu satu contoh yang baik tentang pelaksanaan adab penyembelihan. Penyembelihan dilakukan di kampung halaman saya, oleh seorang ustadz yang memang sangat berpengalaman dalam urusan potong-memotong leher sapi—sudah lebih 10 tahun dia melakukan hal ini. Sayangnya rekaman bukan dalam format video, jadi saya tak bisa menunjukkan betapa cepatnya golok itu memotong leher sapi. Dalam tiga sayatan, golok itu sudah menyentuh tulang leher sapi.

Saya sungguh kecewa dengan cara yang dilakukan oleh orang-orang partai yang saya ceritakan diatas. Adab pemotongan hewan adalah salah satu materi yang diajarkan di Pendidikan Agama Islam untuk siswa SMP. Setidaknya di zaman saya masih SMP, materi ini diajarkan. Tidakkah orang-orang itu tahu?

Satu sapi qurban jadi korban orang-orang yang melakukan satu ritual tak penting.

3 thoughts on “Sapi Korban

  1. orang itu tidak mau tahu ed, yg penting jualan partainya..emang nyebelin byk sekali org partai seperti itu๐Ÿ˜ฆ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s