Semu

Ada banyak pejabat pemerintahan di Sumbar yang meneruskan kuliah, misalnya ambil magister manajemen atau program doktor. Ada camat ini, bupati itu, sekda sana dll. Lalu diwisuda lah mereka, dan di koran-koran bertebaran ucapan selamat atas wisudanya pak pejabat atau anak pejabat. Hal yang tak pernah saya temui di koran nasional dan di koran lain, misalnya Pikiran Rakyat.

Saya tak tahu apakah ilmu mereka itu dipakai untuk mengelola pemerintahan, yang jelas selalu saja ada ucapan selamat itu. Celakanya, ucapan itu biasanya dari instansi, termasuk instansi pemerintah. Bukan dari perorangan. Kalau perorangan OK lah ya, kali aja duitnya banyak. Tapi instansi pemerintah? Disaat harga barang kebutuhan pokok sebegitu mahal dan pegawainya rajin mangkir?

Ada juga banyak ucapan selamat lain. Selamat atas dilantiknya bapak ini jadi kepala bagian itu. Selamat atas pelantikan pak sekda. Bahkan, ucapan selamat dari sekolah A untuk alumni sekolah A yang dilantik jadi wakapolres! Penting banget yak? Kenapa gak di SMS aja gitu?

Pemerintah kota Padang mengadakan acara membaca Asmaul Husna secara berjamaah, melibatkan anak sekolah. Katanya, untuk mendekatkan generasi muda kepada agamanya. Ujung-ujungnya, pemerintah kota Padang mendapatkan rekor MURI untuk “pembaca Asmaul Husna terbanyak”. Ck ck ck…

Tampaknya membaca dan menghafal asmaul husna (dan mendapatkan rekor) memang lebih penting daripada misalnya mengusir “iblis wanita” di “salon” Padang Theatre. Saya sudah tahu kondisi kompleks Padang Theatre di Pasar Raya Padang yang dipenuhi salon palsu, sejak masih kelas 5 SD, sekitar 14 tahun lalu. Ternyata sampai sekarang nggak berubah. Padahal katanya Satpol PP kota Padang ini rajin merazia WTS?

Kebanggaan semu. “Bupati gua doktor loh!” atau “kota ini dapat rekor loh!” dan banyak lagi yang lain.
Trus napa?

This Post was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Semu

  1. Pusing kalo udah ketemu bahasan ginian mas, sebenarnya remeh tapi emang betul diremehkan oleh mereka…
    Kayae ga penting nanggepin tapi sebenernya penting bgt….
    Yup, inilah gambaran bangsa ini, bukan cuma di sumatra tapi dimana2 kayak gini…… *geleng-geleng*

    Like

  2. mengerikan ya ed.

    mokasi atas komen yg mencerahan. negeri ini ancur2an, tapi bukan salah bumi pertiwi. alam karunia Allah disia-siakan, bahkan dirusak, bukan rahasia lagi.
    yg bisa dilakukan mungkin mengubah cara pandang, melihat sisi positif yg bisa kita perbuat masing2 diri๐Ÿ™‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s