Apa Kita Dibodohi?

Saya pengguna IM3 dan Simpati. Yang satu 0.01 per detik (setelah 90 detik, ke semua nomor), yang satu lagi 0.5 per detik (setelah 60 detik, ke nomor Telkomsel doang). Semua murah.

Yang jadi pertanyaan: sebenarnya berapa ya modal untuk menjalankan layanan seluler? Soalnya kalau pakai hitung-hitungan ala pedagang cabe di pasar inpres dekat rumah saya di Bukittinggi, perbedaan tarif dulu dengan sekarang menunjukkan bahwa penyedia layanan seluler selama ini mengeruk untung yang keterlaluan besarnya.

Hitung saja, tahun 2005 lalu nelpon ke sesama IM3 Rp 500 per 30 detik. Kalau satu orang nelpon 5 menit, maka dia bayar Rp 5000. Misalnya selama sebulan dia tiap harinya nelpon 5 menit, maka pulsanya sudah habis 30 x Rp 5000 = Rp 150.000.

Kalau sekarang, dia nelpon 5 menit = 300 detik.
90 detik pertama –> Rp 15 per detik (tarif sesama Indosat), jadi Rp 15 x 90 detik = Rp 1.350.
210 detik sisanya –> Rp 0.01 per detik, jadi Rp 0.01 x 210 detik = Rp 2,1.
Total, 1.350 + 2,1 = 1352.1 rupiah pulsanya terpakai.

Selama sebulan, sesuai contoh kasus sebelumnya, pulsa terpakai sebanyak 30 x 1352.1 = Rp 40.563. Berselisih 109.437 rupiah. Seratus ribu kan bukan angka kecil?

Jadi apakah masyarakat selama ini sudah dibodohi dengan tarif yang mahal? Buat yang ngerti soal telekomunikasi, tolong kasih pencerahan ya…

Oh ya, soal bandwidth internet juga. Apakah memang internet semahal itu tarifnya? Jangan-jangan bisa juga malah cuma 0.0000000000001 per kilobyte.

Hanya kecurigaan dari orang yang gak tau apa-apa.

This Post was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

6 thoughts on “Apa Kita Dibodohi?

  1. itulah liciknya orang bisnis ed, berbagai trik, skrg tergantung kita apakah mau dibodohi?

    pernah ada orang telekomunikasi cerita ke uni betapa mudahnya nyari uang dg cara ini..apalagi sms center? (apa lah namanya uni gak tau pasti), gak beda dg judi.

    Like

  2. setelah membaca artikel ini, jadi ikut kepikiran…
    apa semua pebisnis ngejalanin trik-trik aka kecurangan kayak gini ya?
    hmm….

    btw, kak edi is link yo..

    Like

  3. Semurah apapun para operator seluler menawarkan tarif, itu semua cuma promosi, yang ujung-ujungnya cuma menguntungkan bagi mereka. Apalagi para operator seluler itu pernah dicurigai pemerintah karena bersekongkol memberlakukan tarif yang cukup mahal, so mungkin karena takut dibawa ke pengadilan, mereka sekarang buru-buru menurunkan tarif sambil sekalian promosi, tapi sekali lagi, ini masih akan memberikan keuntungan bagi mereka (iyalah, mana ada bisnis yang mau rugi).
    Kalo saya sih males percaya promosi yang begituan, mau murah, kek mau bonus kek, mau gratis kek, saya tetap cinta nomor cantik telepon seluler saya…(^_^)

    Like

  4. yak, setuju! mana ada bisnis yg mau rugi, namanya engga bisnis atuh🙂 mm.. saya pernah baca tabloid pulsa katanya,yg bilang sih BRTI (badan regulasi telekomunikasi indonesia), untuk SMS yg lintas operator biaya produksinya sih cuman 75 perak aja! dijual 200-350, wuahhh.. untung gede bgt tuh. jadi inget prinsip ekonomi waktu zaman2 sekolah: mengeluarkan biaya sedikit mungkin untuk mendapat untung sebanyak-banyaknya. kapitalis abis tuh prinsip.

    Like

  5. Kalau utk akses Internet, jelas aja masih mahal, karena dia ada komponen Bandwidth Internet yang masih diimpor. Indosat dan Telkom kan beli bandwidth dari luar. Kalau mau murah Internet nya, ya “Internet” nya dipindah aja ke Indonesia, Google, Yahoo, Friendster dan semua itu harus ada di Indonesia.

    Like

  6. Wew… pak Affan dengan Penjaga Cumi yang legendaris

    Makasih infonya Pak. Sayang sekali yah… Singapura yang kecil aja konon bandwidthnya lebih besar… (CMIIW)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s