Preman Komik

Tadi malam, abis ikutan membezuk orang tua seorang temen yang kecelakaan dan sedang dirawat di RSHS, saya dan babah Liong (temen juga) singgah sebentar di Comic Corner Bandung. Pasalnya, si babah Liong ini mau minjem komik dulu. Karena kebetulan saya nebeng di motor beliau, jadilah saya ikutan.

Melihat pengunjung tempat itu, jadi merasa hmm, gimana yah? Kalau dulu pas masi SMA di Bukittinggi, pembaca komik masih sangat jarang dan biasanya cowok yang suka komik manga gitu dipandang sedikit sinis. ‘Cowok kok baca komik‘, gitu lah kira-kira komentarnya. Di SMA saya itu cowok-cowok lebih senang sama domino dan kartu remi, atau playstation lah buat yang sedikit kelebihan duit. Di kelas saya aja yang nota bene warganya dianggap anak baik-baik (kelas unggulan soalnya), tiap jam istirahat dan setelah sekolah bubar, bikin satu partai domino.

Saya masih terpengaruh stigma lama ini, jadi ngerasa asing ngeliatin para pengunjung Comic Corner itu. Cowok, badan gedhe, tampang dah kayak preman di terminal Cicaheum, eeh bacanya komik romantis sambil ngerokok dan minum kopi. Zaman memang sudah berubah. Dulu preman main gapleh, sekarang baca komik.

Owh, gak ada yang salah ya dengan komik dan menyukai komik. Suka-suka orangnya lah. Lha saya aja sesekali masih suka beli majalah Donal Bebek kok, hehehe… Cuma ya biasanya baca begituan di kost, bukan di tempat ramai sambil minum kopi.

6 thoughts on “Preman Komik

  1. hahahaha..baca nya sambil ketawa-ketawa, eh ngomong-ngomong aku juga baru nyelesein komik “dunia mimpi”..hehehe tau juga tuh kesurupan apa (yang pasti adalah🙂 )sampai baca komik itu. Tapi bagus ding ceritanya, jadi ketagihan hehehehe

    Like

  2. aku sama denganmu ed
    suka rada gengsi kalo baca komik di tempat umum
    mending nyumput di rumah, lebih privasi
    khususnya dalam letupan ekspresi

    Like

  3. Hahah… Preman baca serial cantik, lucu juga tuh…
    Wah, pandangan “Cowok kok baca komik” itu baru pertama kali saya dengar… Aneh juga, dari dulu kayaknya yang memenuhi bagian komik di Gramedia tuh cowok2.

    Saya pribadi lebih suka baca novel daripada komik.. Entah kenapa. Tapi ada juga sih komik yang saya ikutin, Conan misalnya (bersama jutaan pembaca lainnya).

    Eh ngomong2, kuliah di Bandung ya? ITB? *membaca nama Petra yg anak ITB dan senior saya di SMA*

    Like

  4. @ Audrey:
    Walah… juniornya si Odin ini ternyata ya? Malang betul…
    Saya memang kuliah di ITB, tapi lebih senior ketimbang si Petra😀

    Oh ya, ‘cowok kok baca komik’ itu di masa lalu saya di kampung. Dulu sih usia 17-an gitu kita biasa main domino atau nyari belut, bukan ngomik😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s