Foolitik

Melihat berbagai kasus di dunia politik Indonesia, sudah pasti komentar masyarakat juga beragam. Pastinya apa yang terjadi di ‘atas’ sana jadi perbincangan di kalangan grass root. Kalau di kampung saya, warung kopi yang biasa dipenuhi bapak-bapak yang bermain domino setiap ba’da maghrib, tentunya juga tak luput dari memperbincangkan masalah politik ini.

Yang sekarang sedang hangat adalah ‘perdamaian’ SBY dengan Amien Rais. Begitu juga dengan kasus ‘pelecehan’ gubernur Sutiyoso oleh polisi dan hakim Australia. Dana DKP yang mengalir ke berbagai partai dan calon presiden di pemilu 2004 juga masih hangat. Reaksi yang umum di masyarakat, ada yang menganggap Amien Rais ‘cupu’, trus ada yang anggap pemerintah lemah, dan minta hubungan diplomatik dengan Australia diputuskan. Soal dana DKP, banyak warga yang pada bingung kali ya?πŸ˜›

Masyarakat Indonesia memang perhatian sama politik negerinya. Walau minyak goreng mahal, mereka tetap perhatian. Sayang sekali para elit politik tidak menunjukkan tingkah yang baik, serta tidak terbuka. Akibatnya sikap politik warga jadi cenderung apatis dan pencerdasan politik tidak berjalan.

Tingkah Amien Rais membuat orang bingung. Ni orang awalnya koar-koar, trus malah maaf-maafan sama SBY. Kecuali Amien dapat menjamin bahwa persoalan hukum dana DKP tetap dia perjuangkan, Amien seolah menampakkan inkonsistensi. Masyarakat mana peduli sama penjelasan panjang lebar, karena yang mereka lihat adalah tingkah laku.

Begitupun penerima dana DKP yang pada bungkam, atau ada yang sewot trus diam. Kehadiran Amien Rais yang mengaku menerima dana setidaknya boleh lah jadi sebuah harapan. Begitu oula PKS yang memberi penjelasan tentang status dana DKP yang masuk ke kadernya, dan klarifikasi ke KPK juga, seenggaknya mereka mau sedikit terbuka. Yang lain? SBY memang ngadain jumpa pers, tapi masih kurang ah. PDIP, Golkar dan lain-lain mah teuing …

Persoalan dengan Australia ini juga tahpapa. Orang menilai pemerintah itu pengecut, mau-maunya dipecundangi sama negara tetangga. Coba pemerintah ini tegas sikit kek, warga tentu gak bakalan ribut. Mereka bakal percaya pemerintahnya bisa menyelesaikan masalah.

Sumbang
oleh Iwan Fals

kuatnya belenggu besi, mengikat kedua kaki
tajamnya ujung belati, menuju di ulu hati

sanggupkah tak akan lari
walau akhirnya pasti mati

di kepala tanpa baja, ditangan tanpa senjata
ah itu soal biasa
yang singgah di depan mata kita

lusuhnya kain bendera dihalaman rumah kita
bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan
menyerang dalam gelap

memburu kala haru dengan main cara main kayu
tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu

setan setan politik kan datang mencekik
walau dimasa paceklik tetap mencekik

apakah selamanya politik itu kejam
apakah selamanya ia datang ‘tuk menghantam
ataukah memang itu yang sudah digariskan
menjilat, menghasut, menindas
memperkosa hak hak sewajarnya

maling teriak maling, sembunyi dibalik dinding
pengecut lari terkencing kencing
tikam dari belakang, lawan lengah diterjang
lalu sibuk mencari kambing hitam

selusin kepala tak berdosa
berteriak hingga serak di dalam negeri yang congkak
lalu senang dalang tertawa iya … ha … ha …

This Post was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s