Resume

Sudah hampir sebulan nggak nge-blog. Sekarang semua ujian sudah usai, dan tingal berharap semoga hasilnya baik-baik saja. Semester ini memang mengkhawatirkan. Saya khawatir dengan diri saya yang tak bisa terkonsentrasi pada perkuliahan, padahal sedang terancam tidak lulus. Juga khawatir dengan ego berlebihan yang membuat saya susah menerima masukan dari sekitar.

Yang saya harapkan (dan usahakan) semua berjalan baik-baik saja. Beberapa waktu menjelang ujian saya memang merasa tertekan dengan pendapat teman-teman saya sendiri, namun saya akhirnya menyadari bahwa  tekanan itu memang harus ada. Mohon maaf dan terima kasih, kawan, namun ada hal lain yang harus saya bereskan terlebih dahulu.

Hampir satu bulan ini rasanya berkali-kali saya pengen menulis. Sekarang, berhadapan dengan komputer, malah lupa semuanya. Paling hanya secuil yang saya ingat: saya mau menulis beberapa persoalan politik yang terjadi, lalu masalah jalan raya di kota Bandung yang teu puguh pisan (hampir semua jalan raya kok jelek coba ya, penuh lobang sana sini), dan, oh ya, yang terakhir, Pirates of the Caribbean yang saya tonton di bioskop Ciwalk 21.

Dulu tuh pengen nulis soal keputusan si SBY dalam reshuffle kabinet. Trus juga menyusul persoalan Amin Rais. Juga perang-perangan di Pilkada DKI Jakarta, terkait dengan beberapa email spam dari (mungkin) Fauzi Bowo’s Fans – yang langsung saya masukin tong sampah tanpa perlu membaca isinya. Saya bukan pendukung Fauzi, dan juga nggak berdomisili di Jakarta.

Soal bandung … nah ini nih yag bikin geregetan. Pak Walikota ini ngapain aja ya? Jika anda suatu saat naik kendaraan di jalan Tamansari (di sebelah barat dan utara kampus ITB), pasti deh BT abis. Lubang jalannya udah kayak di Lintas Timur Sumatera aja tuh. Mana gelap gulita lagi kalo malam, karena gak ada lampu jalannya. Dan gak cuma disana, banyak jalan-jalan utama di Bandung itu jelek. Belum lagi macetnya.

Jauh lebih bagus kota Bukittinggi :p

Trus… Pirates of the Caribbean 3: At World’s End. Film yang saya tunggu sejak bulan Maret. Film yang ke 2, Dead Man’s Chest bikin penasaran, makanya gak nahan nunggu yang ke 3. Trus diajakin temen-temen saya di sebuah komunitas buat nonton bareng, dan saya setuju untuk ikut.

POTC ini memang trilogi dahsyat, menandingi The Lord of the Ring (tapi LOTR tetep yang paling keren menurut saya). Special effects – nya dahsyat, dan tentunya tingkah lucu Jack Sparrow menjadi alasan utama.

Udah dulu ah. Mo shalat Zuhur dulu …

This Post was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s