3TU 4 UKM

Ada rasa puas tersendiri setelah menyaksikan acara puncak Dies Natalis UKM ITB, Sabtu (20070428) malam kemarin. Benar-benar sebuah pertunjukan dahsyat dari “seniman” yang aslinya adalah mahasiswa/i eksakta.

Acara dimulai sekitar jam 7 malam, dan berakhir jam 12 malam. Keseluruhan acara berupa gabungan drama – tari – musik. Boleh lah kalau disebut randai modern. Tajuk utama Dies Natalis UKM ITB tahun ini adalah Aso Palarai Ratok, dan tema pentas seni Gabak Manyalubuang Singkarak. Tema ini dipilih terkait dengan berbagai bencana yang menerpa ranah Minang beberapa waktu belakangan.

Review kutulis dalam 3 kategori: tari dan musik, performance artis dan faktor eksternal.Tari dan Musik
Alat musik yang digunakan adalah gabungan antara tradisional (talempong, gandang, saluang) dan modern (electric guitar). Musik tradisional yang dibawa juga ditambah sedikit kreasi sehingga terdengar lebih menarik (walau orisinalitas jadi hilang).

Permainan talempong bagiku adalah yang paling menarik. Alat musik ini dimainkan seperti halnya memainkan gamelan Jawa dengan tempo yang sangat cepat. Dari dulu aku bertanya-tanya, kok bisa ya orang memainkan alat musik ini… Soalnya, selain sering dimainkan dalam tempo cepat, seperangkat alat musik ini juga tidak dimainkan sendirian. Kesetimbangan otak kiri dan kanan dibutuhkan disini.

Tari yang dibawakan juga keren. Lincah, dan lenggoknya pas. Tarian tradisional Minangkabau pada umumnya bertempo cepat (dengan iringan musik yang juga bertempo cepat), dan disini para penari membawakannya dengan profesional. Aku sudah lihat bagaimana kerasnya perjuangan para penari ini, dimana mereka berlatih hampir tiap malam, mulai lepas maghrib sampai menjelang subuh.

Disini juga dibawakan tari payung. Ini adalah tarian yang mesra, dibawakan 3 pasang penari. Hmmm… Jadi teringat sesuatu…😛

Performance Drama
Drama ini menceritakan kisah seorang pemuda penjudi, yang ditantang untuk menyabung ayam melawan seorang raja. Sang raja memiliki niat buruk, karena sebenarnya dia ingin mempersunting kekasih si pemuda, tapi niat ini gagal dan si pemuda penjudi akhirnya bertobat, dan hidup bahagia setelah menikah dengan kekasihnya tsb.

Para artis tampil dengan sangat meyakinkan. Yang paling pas adalah pembawaan tokoh pemuda penjudi, yang berkarakter angkuh namun berwibawa. Drama juga diselingi dengan banyak adegan lucu, dan harus diakui, anak UKM sangat jago dalam soal ini. Walaupun drama ini bertema serius, namun hampir setiap saat gelak tawa membahana memenuhi ruangan.

Kisah drama memang tampak sedikit maksa, namun akting yang sangat bagus ini sangat layak untuk dipuji.

Faktor Eksternal
Acara dilangsungkan di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB. Sebuah tempat pementasan kelas atas, dimana banyak konser penyanyi dalam dan luar negeri pernah dilangsungkan disini. Dengan biaya Rp 15.000 per orang, pementasan UKM ini sudah tergolong sangat murah, karena biaya sewa auditorium Sabuga sama sekali tidak kecil.

Pemilihan tempat ini juga yang mendukung bagusnya acara. Kualitas sound apik, dan akustik ruangan sangat pas. Tidak ada gema dan suara musik terdengar jernih. Dibandingkan dengan pementasan tahun-tahun sebelumnya di Aula Barat ITB, tentu saja pementasan kali ini jauh lebih menarik.

Yang disayangkan, mungkin acaranya jadi terkesan eksklusif. Maklum lah, orang Minang terkenal sangat menghargai prestise. Hanya saja, tampaknya perlu bagi UKM untuk membuat acara penyeimbang yang lebih menunjukkan ciri mahasiswa, minimal berupa pementasan terbuka di kampus. Jadi, semua orang bisa menikmati.

Setelah menonton, jadi teringat lagunya Siti Nurhaliza yang berjudul Keroncong Si Endang Endong. Ini liriknya:

Sinar suria mencerlah bulan
Bulan purnama mengolah cinta
Ke barat arah renung-renungan
Endang endong endang endong sayang

Tenggelam jangan bahtera pusaka
Seni warisan dipupuk jua
Ke barat arah renung renungan
Endang endong endang endong sayang

Cahya di timur apa kurangnya

Endang endong si endang endong
Endang endong di nusantara
Endang endong alun keroncong
Endang endong di beri nama

Endang endong si endang endong
Endang endong serumpun bangsa
Endang endong rentak keroncong
Mari berdendang ragam pusaka

Buah mengkudu si jambu batu
Buah delima merah isinya
Seni melayu sedusun satu
Endang endong endang endong sayang

Di tetak tak putus memupus tiada
Seempat penjuru bak serumpun jua
Seni melayu sedusun satu
Endang endong endang endong sayang

Wajarlah di baja pohon pusaka

Sinar suria mencerlah bulan
Bulan purnama mengolah cinta
Ke barat arah renung-renungan
Endang endong endang endong sayang

Tenggelam jangan bahtera pusaka
Seni warisan dipupuk jua
Ke barat arah renung renungan
Endang endong endang endong sayang

Cahya di timur apa kurangnya

Endang endong si endang endong
Endang endong di nusantara
Endang endong alun keroncong
Endang endong diberi nama

Endang endong si endang endong
Endang endong serumpun bangsa
Endang endong rentak keroncong
Mari berdendang ragam pusaka

Buah mengkudu si jambu batu
Buah delima merah isinya
Seni melayu sedusun satu
Endang endong endang endong sayang

Ditetak tak putus memupus tiada
Seempat penjuru bak serumpun jua
Seni melayu sedusun satu
Endang endong endang endong sayang
Wajarlah dibaja pohon pusaka


Catatan
randai: drama tradisional Minangkabau, yang dipadu dengan pencak dan dendang.
talempong: alat musik berupa beberapa gong kecil
gandang: kendang
saluang: seruling bambu khas Minangkabau

EdSkywalker.Net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s